beuh.. akhirnya hari ini onlen juga. kali ini aku minjam laptopnya temen. kbetulan kita bareng ke perpustakaan dan dianya lagi ngurus semacam berkas gitu untuk kelngkapan ujian skripsinya nanti. so, di perpustkaan aku bebas pake laptopnya yang kebetulan di tempat ini merupakan slah satu titik hotspot telkom.
well.. udah empat tahun berlalu, sejak masuk Unhas, perpustakaan ini cukup banyak berubah. yang aku catat, wajah2 baru pegawainya yang merupakan impas rotasi pegawai yang diberlakukan pihak rektorat. pelayanannya lebih memuaskan? kalo dari sudut pandangku sebagai mahasiswa yang jarang mangkal di perpustakaan pusat ini, jawabannya mungkin bisa "iya!memuaskan!". tapi aku tidak tau jawaban seperti apa yang akan keluar dari tenggorkan mhsiswa yang sering berkunjung ke sini.Entah berkunjung untuk minjam buku, onlen, atau cuma sekedar ngumpul2 dgn teman2 seangkatannya atau bahkan beradu cinta dengan sang kekasih tercinta. Terlepas dari itu, perpustkaan ini tetap ramai dikunjungi mahasiswa yang (sepertinya) haus ilmu.
perubahan lain yang nampak tentunya dari segi fisik. banyak fisik bangunan perpus ini yang diubah. lantai, ruangan,tata letak rak buku, meja2 baca, dll. ada beberapa ruangan yang sblumnya difungsikan sebagai gudang kini sudah berubah menjadi kantor pegawai, tempat para pegawai perpus melayani mahasiswa dgn segala keperluan kepustakaannya.
AMERICAN CORNER. itu salah satu fasilitas yang boleh dibilang merupakan inovasi besar unhas. ya, mendatangkan buku-buku dan majalah terbitan asli amerika cukup membuat ruangan American Corner di sudut barat perpus terlihat selalu ramai dgn pengunjung. ditambah dengan fasilitas tujuh unit komputer berkoneksi internet dan satu televisi besar dgn fasilitas dvd player membuat mahasiswa merasa betah berlama2 meski harus mengorbankan mata kuliahnya atau bahkan lebih parah mengorbankan waktu shalatnya. Sebagian mahasiswa yang anti-amerika atau yang 'mengidap penyakit american-phobia' mungkin akan mati2an menghindari masuk ruangan ini. betapa tidak, semua majalah2 terbitan amerika (yang lengkap dengan konten2 dewasanya) menjadi penghias yang memenuhi rak majalah di dalamnya. yah, amerika memang adikuasa. tidak puas menarik perhatian masyarakat dunia dgn televisi dan media elektronik lainnya, kini dia melebarkan sayapnya untuk menusuk tulang2 persendian dunia intelektual muda yang bernama dunia mahasiswa dengan menempatkan 'agen'-nya di kampus2 yang dianggap terkemuka. alasannya pasti. agar memudahkan pemahaman mahasiswa indonesia tentang amerika (politiknya, budayanya, sastranya, dsb). well.. anti-amerika gak salah kan? yang salah kalo kita menutup mata dan telinga terhadap Amerika. apa salahnya mempelajari seluk beluk mereka? bukankah Vlad Dracul juga pernah berpura2 menjadi muslim di Turki Ottoman dan mempelajari semua sistem dan teknik kemiliteran Turki Ottoman meskipun dia sangat membenci Turki Ottoman? Vlad Dracul memang cerdik, sayang kecerdikannya lebih condong ke tujuan busuknya yang jahat; menghancurkan dunia islam yang pada saat itu dikuasai oleh Turki Ottoman (Turki Ustmani).
OK. smpe sini dulu. ntar disambung lagi. laptopnya lobet... heheh.. see u...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar